Matahari senja mulai lenyap aku
menatapmu lalu melihat magic hour yang sangat indah karna bagi ku magic hour
terindah adalah saat aku bisa melihat 2 keindahan tuhan sedang bersamaku yaitu
pantulan senja yang sempurna dan kamu
yang mengenggam tangan ku seolah tak pernah inginkan aku menjauh. Magic hour
bagiku adalah kamu dan senja yang indah membuatku ingin berhenti disaat-saat
sempurna seperti ini.
Bodoh sekali rasanya percaya pada
mu, aku kira semua yang telah kuberikan cukup untuk menahan pandangan mu pada
wanita lain ternyata kamu sama saja
seperti yang sebelum-sebelumnya berlalu meninggalkan luka saat aku
percaya kamulah pelabuhan terakhirku.
Aku masih mencoba agar warasku
tetap terjaga, memang keseimbangan ini telah hancur saat kamu mengucapkan
selamat tinggal, saat kamu berlalu dan saat kamu ternyata sangat gampang
melupkan aku. Aku pikir aku pernah menjadi bagian penting dalam hidupmu
ternyata aku salah kau amat mudah menepikan aku.
No comments:
Post a Comment