Thursday, 22 September 2016

magic

Matahari senja mulai lenyap aku menatapmu lalu melihat magic hour yang sangat indah karna bagi ku magic hour terindah adalah saat aku bisa melihat 2 keindahan tuhan sedang bersamaku yaitu pantulan senja yang sempurna  dan kamu yang mengenggam tangan ku seolah tak pernah inginkan aku menjauh. Magic hour bagiku adalah kamu dan senja yang indah membuatku ingin berhenti disaat-saat sempurna seperti ini.
Bodoh sekali rasanya percaya pada mu, aku kira semua yang telah kuberikan cukup untuk menahan pandangan mu pada wanita lain ternyata kamu sama saja  seperti yang sebelum-sebelumnya berlalu meninggalkan luka saat aku percaya kamulah pelabuhan terakhirku.
Aku masih mencoba agar warasku tetap terjaga, memang keseimbangan ini telah hancur saat kamu mengucapkan selamat tinggal, saat kamu berlalu dan saat kamu ternyata sangat gampang melupkan aku. Aku pikir aku pernah menjadi bagian penting dalam hidupmu ternyata aku salah kau amat mudah menepikan aku.



No comments:

Post a Comment