Tatapmu yang meyakinkanku untuk tetap berpijak, meski gemuruh menjatuhkan ku dengan paksa.
Senyummulah yang membangkitkan aku dari ke terpurukan itu
Senyummulah yang membangkitkan aku dari ke terpurukan itu
Aku paham ini hanya rasaku sendiri, ya aku mencintai sendiri.
Aku paham ini sangat menyiksa tapi aku tak pernah berniat untuk mengungkapkannya.
Aku takut bukan anggukkan yang menjadi jawabmu dan kita akan menjadi sebuah jarak tanpa temu.
No comments:
Post a Comment